Friday, April 10, 2009

Dana Masyarakat Di Bank Belum Terimbas Krisis

JAKARTA -- Krisis perekonomian global ternyata belum berpengaruh pada jumlah dana masyarakat yang disimpan di perbankan. Hingga akhir kuartal I 2009, dana pihak ketiga (DPK) masyarakat yang disimpan di bank tercatat masih tumbuh sebesar 19,8 persen.

"Kondisi likuiditas perbankan juga mengalami peningkatan sejalan dengan tingginya peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 19,8 persen," demikian tertulis dalam Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia yang dikutip, Jumat (10/4).

Berdasarkan data yang dikutip dari situs BI, pada akhir Desember 2008 dana masyarakat yang dihimpun di bank tercatat Rp 1.775 triliun. Jumlah ini meningkat menjadi Rp 2.130 triliun di akhir kuartal I 2009.

JAKARTA -- Krisis perekonomian global ternyata belum berpengaruh pada jumlah dana masyarakat yang disimpan di perbankan. Hingga akhir kuartal I 2009, dana pihak ketiga (DPK) masyarakat yang disimpan di bank tercatat masih tumbuh sebesar 19,8 persen.

Bahkan BI memperkirakan sepanjang tahun ini, jumlah DPK perbankan nasional masih akan tumbuh 12,6 persen atau sekitar Rp 220,2 triliun. Kenaikan DPK di tahun ini diroyeksikan tetap didominasi oleh deposito dibanding tabungan dan giro.

Meskipun kondisi likuiditas telah membaik, namun hal ini belum tecermin pada pertumbuhan kredit yang pada kuartal I 2009 ini diakui BI masih melambat. Tren perlambatan pertumbuhan kredit masih berlangsung terkait dengan sikap kehati-hatian perbankan dalam kondisi ketidakpastian terhadap prospek ekonomi.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengatakan rencana bisnis bank di 2009 belum berubah, yakni kredit dapat tumbuh sebesar 15,4 persen. Secara nominal pertumbuhan kredit lebih kecil dibanding pertumbuhan DPK yaitu sebesar Rp 202 triliun.

"Dari analisis BI, ada beberapa sektor yang masih punya harapan positif, diantaranya pertanian, selain itu fokus bank untuk memberikan kredit ke UMKM juga terus kita fasilitasi," kata dia beberapa waktu lalu.

Secara sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi akan disalurkan ke sektor konsumsi, diikuti sektor jasa, perdagangan, dan pertanian.

Untuk indikator utama perbankan seperti rasio kecukupan modal atau (capital adequacy ratio/CAR) di 2009 diproyeksikan masih akan sekitar 15 persen.

Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan perbankan ke depan, BI secara periodik akan melakukan serangkaian monitoring lebih ketat terhadap kualitas perkreditan bank, khususnya terhadap bank-bank menengah dan kecil yang berpotensi menghadapi masalah likuiditas.

Di samping itu, BI menyatakan upaya meningkatkan kehati-hatian industri perbankan dalam melewati krisis global.una/kem

No comments:

Post a Comment